Safety Riding...... sudah ketiga kalinya saya ikutan lagi safety riding, kok gak bosan-bosan? ya ilmu itu harus dikejar terus dan harus diupdate terus toh? selain itu keamanan atau safety tetap menjadi prioritas kita semua dalam berkendara, ingat keluarga menunggu dirumah!. Lagipula kali ini ikutan yang gratis di sponsori Honda Wahana Makmur Sejati yang bertempat di Jatake Tangerang.



Di kantor saya sebelumnya sempat diadakan kelas teori safety riding, kemudian kawan inisiatif cari training yang handal dan kompeten. Alhamdulillah dapatlah link ke safety WMS ini dan langsung daftar and di schedulekan harinya. 



Ketika sampai di pagi hari jam 09.00 kami sudah disambut oleh para instruktur, cofee break refreshment, dan baju seragam yang sudah dipersiapkan. Selain seragam, motor berserta riding protection juga sudah dipersiapkan lo total ada 13 motor Honda yang bisa dipakai di area training, antara lain CB150R, Megapro, Revo, dan Vario. Apakah diperbolehkan pakai motor sendiri? boleh saja asal motornya Honda. Lagipula ogah naik motor sendiri kalau jatuh kan sayang ya. 


Line up motor untuk training

Sesi awal dimulai dengan sesi di teori di kelas dipandu oleh pak Siswanto, di kelas ini sangat di tekankan bahwa riding attitude, skill, dan patuh pada aturan sangatlah penting. Setelah sesi kelas dilanjutkan di lapangan yang dipandu oleh mas Adi "jotos" Sucipto yang merupakan langganan juara kompetisi safety riding di Jepang



Sesi kelas

Persiapan sebelum berkendara


  • Cek ketersediaan bensin dan buka tutup tangkinya. 

  • Cek kemampuan rem depan belakang. 

  • Cek lampu, sein, dan klakson. Ini modal utama kita agar dapat dikenali oleh pengendara yg lain.

  • Cek tekanan dan level keausan ban. Cara cek keausan ban adalah cari tanda segitiga kecil di samping ban dan tarik garis lurus ke arah permukaan ban (posisi TWI atau thread wear indicator). Ada benjolan kecil di sela2 kembangan. Jika benjolan tersebut sdh sama dengan kembangan berarti ban sdh aus.

  • Gunakan kelengkapan berkendara - helm, sarung tangan, jaket dan sepatu. 
Helm usahakan pakai yg full face. Tapi jika harus pakai yg half face maka pilihlah yg ukurannya benar2 pas agar helm tidak bergoyang begitu juga untuk helm full face
  • Pemanasan yang cukup terutama di bagian tangan dan kaki.


Pemeriksaan sebelum berkendara

Riding Position
  • Kepala tegak lurus ke depan.

  • Bahu dan punggung rileks.

  • Tangan menekuk sedikit tapi tidak boleh melebihi lebar stang. Posisi rileks agar getaran stang dapat diredam oleh tangan.

  • Letakkan tangan di tengah grip gas. Patokannya lebar satu telunjuk dari pinggir grip. 

  • Jangan meletakkan jari di tuas rem dan kopling. Hindari mengerem sambil nge-gas. Fokuskan jari-jari tangan untuk full memegang grip agar didapatkan handling yg maksimal.

  • Kepit tangki dengan paha. Untuk motor bebek dan matic, kaki harus lurus ke depan dan sejajar bodi motor. Posisi duduk yg paling enak adalah ketika baru pertama meletakkan pantat di jok. Jika dirasa sdh kurang nyaman, berdirilah dan duduk kembali.

  • Posisikan ujung telapak kaki kanan secara ringan di atas tuas rem belakang. Posisi telapak lurus ke depan. Telapak kaki kiri posisinya di atas tuas perseneling. Usahakan menggunakan sepatu berhak agar posisi telapak kaki tidak bergeser.



Braking dengan kecepatan 40 km/jam:
  • Rem belakang saja: berhenti setelah 20 meter dan ban belakang sliding.