Nitro OBD II..... performance chip tuning box. Awalnya gak sengaja waktu lagi lihat-lihat di tokopedia lihat barang ini. Baca-baca keterangan intinya tinggal colok alat ini di port OBD (on board diagnostic) mobil dan rasakan perbedaannya. Claim alat ajaib ini torsi akan meningkat 25% dan power meningkat 35% sangat fantastis bukan? ditambah harganya dibawah Rp. 100,000 include ongkir Jabodetabek. 

Fungsi alat ini sih memanipulasi ECU jadi mirip-mirip sama piggyback yang mahal itu lo tapi yang ini tidak bisa di program sudah fix saja setelannya. Meski skeptis kok dari port OBD yang fungsinya hanya membaca output parameter mesin kok bisa ya ikutan memanipulasi bacaan ECU sehingga karakter mobil berubah? Karena penasaran makanya saya beli aja toh lihat di tokopedia sudah ribuan barang ini terjual.






Cara pasang:

1. Cari dulu posisi OBD port mobil anda biasanya ada di bawah setir pada kebanyakan mobil Jepang sejuta umat. kalau di Silvi di All New Grand Livina saya ada di sebelah tuas bukaan kap mesin dibawah setir. Sebelumnya yang tidak kalah penting, pastikan dulu mobil anda ada port OBD II nya sebelum beli barang ini ya.





2. Matikan mesin mobil dan cabut kunci kontak


3. Colokkan Nitro OBD


4. Putar kunci kontak ke posisi on atau kontak (bukan di start). Lampu-lampu di Nitro OBD akan menyala


5. Tekan tombol reset di Nitro OBD pakai jarum selama 5 detik untuk reset alat ini. Kemudian tunggu selama 60 detik


6. Nyalakan mesin dan berkendaralah sepanjang 200 km baru alat ini akan menyesuaikan driving habits kita.




menurutnya nunggu 200 km tapi menurut saya ketika pertama kali pasang sudah berasa kok akselerasinya terutama di putaran bawah dan ini di rasakan juga oleh nyonya yang harian pakai mobil ini.
Saat ini saya sudah berjalan menggunakan Nitro OBD ini sepanjang 1,500 km selama 1 bulan dan performa mobil masih OK saja sama seperti ketika pertama kali pasang. Sebagai tambahan informasi ANGL saya ini sebelumnya sudah pasang Borquet fuel catalyst di tangki dan sebelum injector plus tambah lagi filter udara Ferrox.


Selain feel di akselerasi saya juga merasakan mobil jadi lebih irit. Dalam kota baisa untuk wira wiri antar anak sekolah yang dulunya 1 : 9.6 sekarang bisa naik ke 1 : 10.4. Keluar kota yaitu ke Bandung kelihatannya masih sama saja di kirasan 1 : 15. Semua diatas tetap pakai bahan bakar RON 88 yaitu Premium paling banter ke RON 90 yaitu Pertalite.

Ketika jalan pelan di komplek speed 20 kpj an biasanya agak ndut-ndutan tapi setelah pakai Nitro OBD ini ndut-ndut annya hilang dan jadi lebih smooth


Kekurangannya adalah ketika mobil mati dan kunci dicabut lampu di Nitro OBD ini tetap menyala dan cukup terang ketika malam nyalanya menerangi bagian kaki di kabin, karena saya kurang suka jadi saya tutup saja pakai lakban hitam supaya tidak kelihatan lampunya. Ngabisin listrik sepertinya tidak karena lampunya led saja.


oh ya sempat baca lagi buat yang diesel warnanya merah, kalau buat kejar irit adalagi warnanya hijau, kalau yang kuning ini buat mesin bensin.

semoga berguna.......